Kota Batu memang selalu punya cerita, maksud, dan tujuan. Mulai dari mitos gunung, pola bercocok tanam masyarakatnya, potensi peternakan yang identik, kuliner yang mengenyangkan, serta tempat wisata yang menarik pula. Hal ini membuat Kota Batu tak ragu dikunjungi banyak orang, baik dari wisatawan lokal hingga mancanegara. Selain kaya akan potensi, Kota Batu juga kaya akan tradisi. Hal tersebut pun diperingati dalam bentuk acara-acara festival. Kebanyakan festival tersebut merupakan festival periodik tahunan (anual). Yuk, kita ulas apa saja festival yang ada di Kota Batu!

Festival-festival periodik yang dilaksanakan di Kota Batu disusun rapi pada kalender event Kota Batu yang langsung dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Seperti pada tahun 2019, Kota Batu mencetak event kalender khusus Kota Batu untuk pertama kalinya. Adanya kalender tersebut sangat membantu masyarakat serta wisatawan Kota Batu. Sepanjang tahun 2019, masyarakat Kota Batu, atau bahkan wisatawan yang senang berkunjung ke Kota Batu dapat melihat kalender tersebut untuk mengetahui festival yang akan diselenggarakan Kota Batu dalam waktu dekat sepanjang 2019.

Kalender event tersebut menyuguhkan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukkan kebudayaan hingga acara yang modern. Salah satu event kebudayaan yang diselenggarakan Maret 2019 adalah event selametan Desa Sumbergondo yang di dalamnya terdapat karnaval, ludruk, dan kesenian khas tradisional lainnya.

Agar sampai informasi sampai ke telinga masyarakat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan eksistensi kalender event sangat diperlukan apalagi mengingat Kota Batu adalah kota wisata besar di Jawa Timur. Hal ini juga mampu meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan.

“Kalender event sangat penting diinformasikan agar wisatawan mengetahui berbagai festival di Kota Batu. Dari situ, wisatawan akan berbondong-bondong datang melihat kegiatan menarik tersebut,” jelas pria yang juga Staf Ahli Pemkot Batu ini, kepada Malang Times, (12/03/99).

Banyaknya festival-festival unik menjadi daya tarik tersendiri bagi Swiss Kecil itu. Terkadang wisatawan lokal maupun mancanegara menyerbu festival-festival yang ada di Kota Batu.

Seperti yang tercatat pada kalender event Kota Batu 2019, terdapat 44 event yang dilaksanakan pada tahun 2019. Pada bulan Maret, Kota Batu mencatat dua event, yaitu Night Drone Contest, Plastic Free. Kemudian dilanjutkan bulan April terdapat event budaya besar, yaitu Festival Olahraga Tradisional dan Festival Brantas. Bulan Mei juga memiliki event budaya yang cukup banyak, seperti Festival Budaya Religi, serta Pasar Murah Ramadhan. Dilanjutkan pada bulan Juni, ada event budaya besar juga, yaitu Among Tani Arts Festival.

Lalu, pada bulan Agustus ada beberapa festival musik, seperti Jazz Festival dan Folk Music Festival. September memiliki banyak event, di antaranya Pameran Kuliner, Festival Kampung Tani, Festival Jenang Suro, Festival Serabi Suro, Marching Band, serta Auto Fest.

Kemudian pada bulan Oktober tak kalah banyak, ada Batu Smart Tourism, Batu Rally Wisata, Sepeda Rakyat, Festival Sego Empog, Shining Orchid Week, Pekan Florikultura, Cat Show, Festival Budaya, Musisi Bhakti Kotaku, Kids Big Shot, Festival Sumberbrantas, Bavarian Show, dan Batu Street Food Festival. Lainnya di bulan November ada Festival Ternak, Prototype, Colour Fun, dan Hari Angklung. Akhir tahun pun ditutup dengan Sunday Morning yang dilaksanakan di bulan Desember.

Kali ini, sepertinya mengulas festival budaya besar dari Kota Batu sangat menarik. Misalnya seperti Festival Kampung Tani. Festival Kampung Tani merupakan festival budaya besar Kota Batu yang mengusung konsep agrowisata. Festival ini lekat dengan budaya dan kehidupan petani serta daya juang petani. Festival periodik tahunan ini juga ingin menyampaikan budaya bertani yang sangat kental di Kota Batu seolah-olah bisa menjadi daya tarik yang tinggi bagi wisatawan. Pada tahun 2019 lalu, festival ini telah melaksanakan festival yang keenam dengan tema “Living in Harmony, Enjoy Culture and Agriculture: Tani Tinemu’. Euforia di festival ini selalu ramai akan pengunjung dan sorak sorai wisatawan ke Kota Batu.

Festival yang diselenggarakan pada Kelurahan Temas tersebut menjadi pilar pemberdayaan masyarakat Kota Batu pula. Hal ini disampaikan oleh Lurah Temas, Tantra Soma Pandega kepada Times Indonesia.

“Semangat kehidupan petani dan adat istiadatnya kita tampilkan dalam Festival Kampung Tani #6 2019 ini, sehingga tidak hanya akan ada perkembangan kesenian namun juga memberdayakan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya

Menarik sekali rupanya jika mengunjungi festival-festival di Kota Batu. Mulai dari festival lingkungan, musik, budaya, hingga pertanian. Sejak berdikari hingga sekarang, Kota Batu memang tidak pernah mengecewakan jiwa-jiwa yang mengunjungi. Disuguhi pemandangan indah, udara sejuk, bersih dan adipura. Ah! Banyak macam, banyak ragam. Tugas kita sekarang adalah melestarikan semua, tanpa terkecuali. Tak hanya berlaku untuk Kota Batu, tapi juga perintilan tradisi di Indonesia yang selalu bikin rindu.

Oleh Farhan R.

Editor: Adelia S.

Sumber foto: bobobox.com

Leave a Reply