Selain menyuguhkan keindahan alam yang begitu menawan, ternyata juga memiliki segudang prestasi yang patut dibanggakan di bidang olahraga, terutama paralayang. Tak hanya memiliki lokasi strategis untuk menjadi wadah aktivitas paralayang, namun Kota Batu memiliki sejumlah atlet paralayang yang kian hebat. Letak geografis yang berada di dataran tinggi, tentu tak heran bila olahraga paralayang sangat diminati oleh masyarakat Swiss Kecil ini.

Paralayang sedari dulu memang menjadi objek olahraga serta pariwisata sejak diresmikan pada tahun 2000 di daerah Gunung Banyak. Semenjak berdiri, banyak event olahraga lokal maupun internasional yang terselenggara. Mengacu pada pada hasil survei Tim PON XV yang menetapkan Gunung Banyak sebagai tempat paralayang terbaik Indonesia, sebab ketinggian puncak 1.350 MDPL, ketinggian lereng 340 meter, serta jarak hingga ke tempat landai 1300 meter. Semua aspek telah memenuhi standar paralayang kelas nasional.

Ragam potensi, ragam prestasi patut diapresiasi. Rekam jejak atlet paralayang hebat di Kota Batu patut mendapat acungan ibu jari. Tak hanya membanggakan Kota Batu saja, tetapi juga mengharumkan Indonesia. Terkait apresiasi, Pemerintah Kota Batu pernah merespons akan hal ini, ketika lima atlet paralayang asal Batu meraih prestasi di Asean Games 2018. Oleh Punjul Santoso, Wakil Wali Kota Batu mengatakan mereka telah mengharumkan nama Indonesia dan juga Kota Batu, sehingga Pemerintah Kota Batu harus bisa memberikan hal spesial dan motivasi untuk mereka. Terlebih sudah berhasil membanggakan Kota Batu, apresiasi macam ini juga merupakan tradisi rutin bagi Pemerintah Kota Batu di peringatan ulang tahun mereka.

“Mereka ini telah mengharumkan nama Indonesia dan juga Kota Batu. Karenanya, kami merasa wajib memberi apresiasi bagi anak-anak kami,” oleh Punjul, kepada bola.net, 31/08/2018.

Selain memberikan bonus, bentuk apresiasi lain yang diberikan Kota Batu adalah menyelenggarakan pesta penyambutan bagi atlet tersebut. Usai dijemput di Bandara Abdulrahman Saleh Kabupaten Malang oleh perwakilan Pemkot dan KONI, para atlet ini disambut oleh Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, di pelataran Jatim Park 3. Setelahnya, menggunakan mobil bak terbuka, mereka diarak menuju Balai Kota Batu, untuk kemudian disambut Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dan jajaran forum pimpinan daerah Kota Batu.

Beragam prestasi telah disabet oleh atlet paralayang Kota Batu. Empat Atlet paralayang Kota Batu berhasil menyumbang prestasi yang membuat Indonesia menjadi juara umum dalam 1st Bodoland International Paragliding Accuracy Championship 2019 di India. Dikutip melalui press release Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu,  kejuaraan paralayang yang baru saja disabet oleh atlet Batu diselenggarakan oleh Aero Club’ of India (ACI) dan Federation of Aeronatutic International (FAI) di venue Kokrajhar, Bodoland Territorial Cohncil, Assam India yang berlangsung sejak 14 November hingga 2019. Empat atlet paralayang yang berasal dari Kota Batu tersebut adalah Rika Wijayanti, Jafro Megawanto, Gita Rezky dan Ardiansyah Mega Putra.

Tak hanya berhenti sampai di kejuaraan India saja, atlet paralayang Kota Batu juga banyak meraih kejuaraan di kancah nasional dan internasional lainnya. Misalnya pada cabor paralayang, Venue Bukit Glodagan Tuban mendapat medali emas nomor Ketepatan Mendarat Perorangan Putra, Medali Emas Paragliding Accuracy World Cup 2018, juara umum di Cobra Paragliding Open Championship 2019, Juara II beregu Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) IV Series 2017 di Slovenia, juara I kategori kompetisi Paragliding Acuracy World Cup (PGAWC) 2018 di Siprus, medali emas ASEAN GAMES 2018, dan masih banyak lagi.

Bicara mengenai atlet paralayang Kota Batu, tentu mata akan tertuju pada salah satu nama Jafro Megawanto. Ia adalah atlet paralayang Kota Batu yang berhasil menyabet peringkat satu dunia di nomor akurasi paralayang. Dipaparkan pula, Jafro sapaan lekat atlet yang berhasil menyumbang medali di ajang 1st Bodoland International Paragliding Accuracy Championship 2019 di India ini, sukses memperoleh nilai 365,2 mengalahkan seluruh atlet-atlet paralayang tersohor di penjuru dunia.

Jauh sebelum menjadi atlet paralayang profesional, ketika berusia 13 tahun, Jafro bekerja sebagai tukang lipat parasut, karena jarak rumah Jafro dari lokasi pendaratan paralayang cukup dekat, hanya terpaut 500 meter. Dilansir dari situs resmi Kemenpora, ketika berkerja menjadi pelipat parasut atau lebih dikenal paraboy, Jafro hanya digaji sebesar Rp 5.000,00 saja.  Mimpinya untuk menjadi atlet paralayang profesional pun juga tak mudah, sempat mendapat tentangan dari orang tua. Biaya latihan yang tak sedikit menjadi kendala utama Jafro untuk memperoleh restu dari orang tua. Sempat dipinta untuk berhenti, namun tak mengurungkan sedikit pun niatnya untuk terus mengejar mimpi.

Seiring berjalannya tahun, prestasinya tak surut. Dikutip dari suryamalang.tribunnews.com, Jafro kerap kali menjuarai beberapa perlombaan kelas Internasional.  Di antaranya yaitu, 10th FAI World Paragliding Accuracy Championship, Juara I Overall dan Juara I Team Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 di Kazakhstan, lalu mendapat Juara II Team Paragliding Accuracy Asian Championship Test Event. Serta, Juara II Team PGAWC 2019 di Turki, Juara III Team PGAWC 2019 di Kazakhstan, Juara III Team PGAWC 2019 di Korea Selatan, serta Juara II Final PGAWC 2019.

Kota Batu tak henti-hentinya mengembangkan SDM serta SDA yang baik untuk negeri. Semoga para atlet serta keindahan alam wisata paralayang bisa semakin maju serta mampu memajukan perekonomian penduduk sekitar. Sudah sepatutnya generasi memberikan yang terbaik untuk negeri. Tanpa melihat apa dan siapa, mari ukir prestasi dan kebanggaan sebanyak-banyaknya untuk bangsa dan juga negara!

Oleh Rosihan A

Editor: Adelia S.

Sumber foto: pixabay.com

Leave a Reply