From nothing to something. Frasa yang cocok untuk mendeskripsikan Kota Batu. Sejak terpisah dari Kabupaten Malang pada tahun 2001, Kota Batu menjadi kota baru. Saat itu, kota baru tersebut sedang mempersiapkan segala perencanaan pembangunan, pelaksanaan, perencanaan untuk membangun kesejahteraan kehidupan masyarakatnya. Setelah berpisah dari Kabupaten Malang, kota baru ini sangat gencar dengan pembangunan sektor pariwisatanya.

Menelisik mengapa Kota Batu bisa menjadi kota wisata, mari kita kembali ke zaman abad ke-10. Sejak abad ke-10, Kota Batu sangat terkenal di kalangan orang Eropa. Kota yang terpisah dari Kabupaten Malang sejak 2001 ini menjadi tempat peristihatan para keluarga kerajaan dan tempat berwisata. Memiliki suasana sejuk terletak di daerah pegunungan menjadi salah satu alasan mengapa orang Eropa menyebut kota ini De Kleine Zwitserland, yang berarti Swiss Kecil.

Kota Batu pada sejarah kerajaan dimulai dari masa pemerintahan Raja Sindok yang memerintahkan Mpu Supo untuk membangun kerajaan di suatu kawasan yang nyaman dan dekat mata air. Tempat tersebut sekarang dikenal dengan kawasan Songgoriti. Di tempat peristirahatan tersebut, sumber air dingin digunakan sebagai tempat mencuci benda-benda pusaka Kerajaan Sendok. Namun, benda-benda pusaka tersebut memiliki kekuatan supernatural maha dahsyat, sehingga sumber air yang semula dingin berubah menjadi panas. Hingga sekarang, sumber air Kerajaan Sendok yang digunakan sebagai tempat beristirahat dan berwisata dijadikan sebagai kawasan wisata Songgoriti.

Memiliki wilayah pegunungan yang subur, Batu juga memiliki panorama alam yang indah. Tentu hal ini menarik minat masyarakat lain untuk berkunjung dan menikmati Batu sebagai kawasan pegunungan yang memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga, di awal abad 10 hingga 19, Batu menjadi daerah primadona wisata, khususnya bagi orang-orang Belanda.

Secara geografis, Kota Batu dikelilingi tiga gunung besar pulau Jawa, yaitu Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Gunung Panderman. Maka dari itu, Kota Batu memiliki kondisi daerah yang dingin. Kota Batu terletak pada posisi 112°17’10,90″ – 122°57’11″ Bujur Timur dan 7°44’55,11″ – 8°26’35,45 Lintang Selatan. Kota dingin ini memiliki tiga kecamatan besar, yaitu Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Di dalam tiga kecamatan tersebut terdapat tiga kelurahan dan 19 desa. Batas Kota Batu, yaitu sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Prigen Kabupaten Mojokerto, sebelah Selatan berbatasan denngan Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, sebelah Timur Kecamatan Karangploso dan Kecamatan dau Kabupaten Malang, serta sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Berdasarkan topografi Kota, Kota Batu memiliki topografi yang sebagian besarnya adalah wilayah perbukitan. Sehingga hal ini menjadikan Kota Batu sebagai kota yang strategis akan wisata, dan memiliki panorama yang indah serta suasana alam yang sejuk. Jika diperhatikan, hal ini juga menjadikan kota wisata Batu kebanyakan identik dengan daerah tinggi di pegunungan.

Hal ini dibenarkan oleh Nida Ayumna Saputri, warga Kota Batu sejak tahun 1999. Nida mengatakan kondisi udara yang sejuk dan letak geografis dataran tinggi membuat Kota Batu sangat nyaman untuk dijadikan tempat refreshing. Dulu, tempat wisata seperti Songgoriti, Cangar, serta Selecta sangat terkenal karena memiliki udara yang dingin dan sejuk. Menurut mahasiswa Teknik Kimia Universitas Brawijaya tersebut, pembangunan Kota Batu sedang gencar di sektor pariwisatanya..

“Pembangunan Kota Batu juga tergantung sikap masyarakat, ingin bersikap ingin tahu atau malas tahu. Terkadang, respon terbuka dari masyarakat juga sangat membantu,” tuturnya.

Dengan iklim yang ramah, daerah Batu tidak lagi diragukan sebagai tempat wisata, karena memiliki lokasi yang strategis dan cuaca yang bagus. Di sisi lain, Kota Batu memiliki destinasi wisata yang menarik. Destinasi pariwisata digolongkan melalui ciri-ciri, seperti potensi sumber daya alam, sumber daya budaya, fasilitas, kegiatan, daya tarik, dan lain-lain. Kota Batu memiliki ciri-ciri ini. Terlebih lagi Kota Batu memiliki berbagai macam jenis wisata, seperti wisata alam, wisata budaya, wisata agro, wisata sejarah, wisata religi wisata khusus, wisata ziarah, serta wisata kuliner.

Oleh Adelia S.

Editor : Adinda S.

Sumber foto: genxq photography

Leave a Reply