Menjenguk satwa langka di ‘rumah’nya memang memberikan sensasi yang berbeda. Bukan tujuan berwisata, tetapi berkenalan dengan satwa langkanya. Javan Langur Center (JLC) atau Konservasi Lutung Jawa di Coban Talun, Batu, menjadi konservasi satwa langka satu-satunya di Jawa Timur. Konservasi yang terbentuk sejak tahun 2011 ini seperti rumah bagi mereka, Lutung Jawa.

Kelompok animal keeper ini memang belum terkenal, dikarenakan tujuan dari konservasi ini bukanlah sebagai tempat berwisata, namun sebagai konservasi terbuka untuk pusat studi, penelitian, atau bahan belajar. Javan Langur Center atau pusat rehabilitasi Lutung Jawa Jawa Timur ini merupakan bagian dari Java Primata Project yang pusatnya dibangun di Kawasan Patuha Jawa Barat. Di Coban Talun ini, merupakan pusat konservasi yang khusus melindungi Lutung Jawa Jawa Timur.

Konservasi ini biasa mendapat kiriman Lutung yang akan direhabilitasi dari luar kota atau bahkan luar negeri. Pada tahun 2012, JLC sempat menerima kiriman sembilan Lutung Jawa, Trachypithecus auratus, dari Howllets Zoo, kebun binatang yang berada di Kota Kent, Inggris. Dilansir dari Detik News, Iwan Kurniawan, Manajer JLC mengatakan bahwa sebelumnya JLC pernah mendapat kiriman sepasang induk Lutung Jawa dari Kebun Binatang Ragunan Jakarta.

“Kami mendapat 9 kiriman Lutung Jawa dari Inggris untuk direhabilitasikan,” tutur Iwan kepada wartawan Detik. (12/9/2012)

Ditulis oleh Fen Emanuel, relawan lingkungan di Kompasiana bahwa Lutung Jawa yang berada di pusat rehabilitasi akan melewati berbagai tahapan sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali seperti yang sudah pernah dilakukan, yakni di kawasan hutan Coban Talun, Batu, Jawa Timur atau hutan lindung Kondang Merak Malang Selatan. Pusat rehabilitasi satwa langka JLC ini dinaungi oleh The Aspinall Foundation. The Aspinall Foundation adalah badan yang bekerja untuk mempromosikan dan membantu kegiatan konservasi satwa liar.

Oleh website resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Batu, dalam artikel berjudul “Perburuan Lutung Jawa Mulai Berkurang”, dikatakan bahwa JLC banyak melakukan tindakan hebat dalam menyelamatkan kehidupan Lutung Jawa yang hampir punah. Terhitung sejak tahun 2012, The Aspinall Foundation Indonesia program, selaku pemilik JLC telah melakukan 15 kali pelepasliaran Lutung Jawa sebanyak 84 ekor. Sebanyak 23 ekor dilepaskan di Hutan Coban Talun, sedang 61 ekor lainnya dilepaskan di Hutan Lindung Kondang Merak. Pada tahun 2018, terdapat 146 ekor Lutung Jawa di Hutan Lindung Kondang Merak. Usaha JLC dalam melaksanakan visi dan misinya perlu apresiasi tinggi. Berdasarkan hasil monitoring, Lutung Jawa yang dilepasliarkan mampu bertahan hidup dengan baik. Satwa langka tersebut tidak hanya dipelihara, namun juga dijaga kesehatannya.

Dilansir dari National Geographic Indonesia, setiap tiga bulan sekali, ada dokter yang memeriksa kesehatan lutung-lutung tersebut. Nur Aida, selaku karyawan WWF Papua, yang dikenal sebagai Global Environmental Conservation Organization mengatakan bahwa dengan adanya konservasi Lutung Jawa berarti menjadi motivasi bagi semua agar tetap ikut menjaga ekosistem fauna, juga flora.

“Konservasi kan berarti menjaga. Saya kira sudah cukup baik kinerja JLC dalam merehabilitasi Lutung Jawa,” tutur Nur yang sudah berkecimpung di dunia lingkungan sejak 1998.

Mari suarakan “panjang umur Lutung Jawa” lewat kata dan aksi karena satwa langka Indonesia adalah milik kita. Lutung Jawa yang direhabilitasi sudah sepatutnya dijaga eksistensinya dari kepunahan. Tidak hanya kita yang merupakan rakyat Indonesia, mereka juga merupakan bagian dari Tanah Air Beta. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Lihat kumpulan foto di sini

Oleh Adelia S.

Editor: Adinda S.

Sumber foto: Kompas.com

Leave a Reply