Ketika bertandang ke Kota Batu, rasanya kurang pas jika tidak mencicipi kuliner khasnya yang amat menggoda. Apalagi merasakan dinginnya Kota Batu sembari mencicipi kuliner melegenda di atas bianglala alun-alun dengan orang tersayang. Kota dengan julukan Swiss Kecil ini memiliki segudang jajan ringan yang lezat untuk dinikmati, baik siang hari maupun malam hari. Jika kamu sedang menapaki kaki di Alun-alun Kota Batu, bolehlah mampir sejenak ke Pos Ketan Legenda 1967.

Ah! Dari namanya saja sudah amat melegenda. Berdiri sejak 53 tahun silam, Pos Ketan Legenda 1967 memang awalnya sangat terkenal di kalangan supir truk. Kini mulai dikenal oleh pelancong dari luar kota. Tak heran bila namanya mulai melipir ke beberapa daerah besar di Indonesia seperti Malang, Batu, Sidoarjo, Surabaya, bahkan merambah hingga ke luar provinsi, seperti Yogyakarta dan Semarang.

“Awalnya langganannya itu supir truk dan supir travel. Ke sini pelanggannya mahasiswa dan wisatawan,” ujar Supri, generasi ketiga dari pemilik Pos Ketan Legenda 1967, dilansir dari Kompas.com (2/9/2018).

Berkat hal tersebut, Pos Ketan Legenda 1967 dikenal dengan camilan malam hari. Dalam sejarahnya sendiri, penamaan Pos Ketan Legenda 1967 sendiri memang bukan asli dari pemiliknya, namun sebutan dari para konsumen yang melihat jualan ketan di depan kantor Pos Indonesia.

“Nama pos ini sebenarnya karena dulu nenek saya jualan ketan di depan kantor pos. Jadi orang orang sering menyebut ketan di pos, begitu,” kata generasi ketiga penerus Pos Ketan Legenda 1967, Supri (28) saat ditemui di Pucuk Coolinary Festival, dilansir dari Kompas.com (2/9/2018).

Pun dengan istilah ‘Legenda’, bukan sekadar labeling atau isapan jempol semata. Melainkan Pos Ketan Legenda 1967 sudah berdiri sejak puluhan tahun silam, membuat pos ketan ini memang melegenda di banyak kalangan. Bagi para pelancong yang sering mengunjungi Kota Batu pasti sudah tidak asing dengan plang nama berwarna hijau tersebut. Komposisi ketan yang begitu legit serta lembut menjadi alasan mengapa para pelancong datang kembali untuk menikmati jajan tradisional khas Kota Batu yang satu ini.

Dilansir dari Kumparan, Supri menuturkan rahasia di balik kelembutan sajian ketan mereka adalah jenis ketan yang digunakan. Tak main-main, jenis ketan yang digunakan diimpor langsung dari Negeri Gajah Putih. Ketan impor dari Thailand memang memiliki kelebihan dengan komposisi bahan yang lebih empuk dan lembut. Oleh sebab itu, kelegitan dan kelembutan ketan menjadi daya pikat tersendiri yang membuat Pos Ketan Legenda 1967 tidak pernah sepi oleh jamahan pembeli.

Awal mulanya, varian ketan yang dijajakan di Pos Ketan Legenda 1967 hanya satu varian saja, yakin ketan dengan toping parutan kelapa disertai bubuk kacang dan gula merah. Lalu, beranjak menjadi tiga varian yakni ketan bubuk original, ketan campur, dan ketan kicir. Sejak bertambahnya pelanggan dan perkembangan kuliner yang semakin inovatif, Pos Ketan Legenda 1967 kini menjelma menjadi usaha besar dengan total hingga sekarang sudah memiliki 12 varian lebih. Di antaranya adalah ketan susu kacang, ketan susu meises, ketan bubuk, ketan kicir, ketan campur, ketan susu keju, ketan susu keju meises. Nah, untuk variasi yang paling digemari adalah ketan susu durian keju ditambah vla dan ketan kelapa ayam pedas.

Berbeda dengan selera pada umumnya, Yuka Putri Retno Manti, mahasiswa Teknik Industri Universitas Brawijaya ini mengaku menyukai varian rasa coklat keju. Yuka juga menambahkan bahwa ketan legenda memang tidak pernah mengecewakan dari segi rasa.

“Ketan legenda tidak perlu diragukan, variannya banyak dan enak. Tapi, untuk lebih berkembang, mungkin butuh promosi dan marketing yang lebih baru lagi,” tutur Yuka.

Tertarik untuk mengunjungi Pos Ketan Legenda 1967? Kamu bisa mampir ke outlet utama di Alun-alun Kota Batu. Buka mulai pukul 10.00 WIB hingga tengah malam. Selamat menikmati kelembutan ketan sembari menaiki bianglala di Alun-alun Kota Batu dengan orang tersayang!

Oleh Al Afghoni

Editor: Adinda S.

Sumber foto: jalanjalanyuk.com

Leave a Reply